HKTI National Congress X 2025 – Uniting Strengths, Advancing Farmers’ Sovereignty.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) resmi menggelar

Musyawarah Nasional (MUNAS) ke-10 di Hotel Sultan, Jakarta. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi petani terbesar di Indonesia, dengan mengusung tema: “Menyatukan Kekuatan, Menuju Kedaulatan Petani.”

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi seluruh pimpinan dan anggota HKTI dari berbagai provinsi di Indonesia, tetapi juga menjadi arena pembaruan kepemimpinan yang strategis dalam menghadapi tantangan pertanian di era modern.

Sudaryono Terpilih Sebagai Ketua Umum Baru HKTI 2025–2030

Salah satu hasil paling krusial dari MUNAS X ini adalah terpilihnya Sudaryono sebagai Ketua Umum baru HKTI periode 2025–2030. Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (Wamentan RI), memperoleh dukungan bulat dari seluruh DPD HKTI se-Indonesia. Ia dipandang sebagai sosok muda dengan integritas, pengalaman birokrasi, dan visi besar dalam memajukan sektor pertanian nasional.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum HKTI, Sudaryono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas petani. Ia mengajak seluruh jajaran HKTI untuk menyatukan energi, membangun sistem pertanian yang tangguh, dan menjadikan petani sebagai aktor utama pembangunan ekonomi nasional.

“Kita harus berhenti melihat petani hanya sebagai objek bantuan. Petani adalah subjek perubahan, dan HKTI hadir untuk memperkuat posisi mereka agar lebih berdaulat di tanahnya sendiri,” tegas Sudaryono.

Menyatukan Kekuatan untuk Kedaulatan Petani

Tema besar MUNAS X tahun ini, “Menyatukan Kekuatan, Menuju Kedaulatan Petani,” mencerminkan semangat kolektif untuk menghadirkan transformasi nyata dalam dunia pertanian. Tantangan seperti alih fungsi lahan, krisis regenerasi petani muda, ketergantungan pada impor pangan, hingga rendahnya nilai tukar petani menjadi isu-isu krusial yang dibahas secara mendalam dalam forum ini.

Melalui konsolidasi nasional ini, HKTI merumuskan sejumlah agenda prioritas:

  1. Penguatan Organisasi dan Lembaga Petani
    Membangun struktur organisasi yang solid dari pusat hingga desa, serta memperkuat peran kelembagaan tani dalam pengambilan kebijakan publik.
  2. Modernisasi Pertanian
    Mendorong penggunaan teknologi tepat guna, mekanisasi, digitalisasi pertanian, serta akses terhadap inovasi riset dan pembiayaan yang ramah petani.
  3. Regenerasi Petani Muda
    Menciptakan iklim pertanian yang menarik bagi generasi muda melalui pelatihan, inkubasi bisnis, dan akses pasar yang lebih luas.
  4. Kedaulatan Pangan dan Keadilan Agraria
    Mengupayakan kebijakan pro-petani dalam hal distribusi lahan, perlindungan harga hasil pertanian, serta ketersediaan pupuk dan sarana produksi yang terjangkau.
  5. Kemitraan Strategis dan Diplomasi Tani
    Membangun sinergi dengan BUMN, swasta, perguruan tinggi, serta memperluas jaringan kerjasama internasional untuk memperkuat posisi petani Indonesia dalam rantai pasok global.

Harapan Baru dari MUNAS X HKTI

MUNAS X HKTI 2025 bukan hanya forum musyawarah, tetapi juga simbol kebangkitan semangat baru dalam perjuangan petani. Dengan terpilihnya Sudaryono sebagai Ketua Umum, diharapkan HKTI mampu menjadi organisasi yang lebih adaptif, modern, dan solutif terhadap berbagai dinamika zaman.

Semangat “menyatukan kekuatan” yang digaungkan dalam forum ini menegaskan bahwa HKTI tidak lagi berjalan sendiri, melainkan sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen bangsa dalam mewujudkan kedaulatan petani dan kedaulatan pangan nasional.

“Kami akan bekerja dari desa ke kota, dari sawah ke istana, untuk memastikan suara petani tak lagi terpinggirkan,” ujar Sudaryono menutup pidatonya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Table of Contents

Scroll to Top