Dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi strategis dalam pengembangan koperasi berbasis pertanian, Koperasi HKTI Tamara Bumi Indonesia melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Koperasi Republik Indonesia pada tanggal 10 Februari.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak bersama jajaran pengurus Koperasi HKTI Tamara Bumi Indonesia. Kunjungan tersebut disambut dengan hangat oleh pihak Kementerian Koperasi, yang dalam pertemuan ini turut didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Mitigasi Risiko dan Kepatuhan Koperasi, David Bastian.
Koperasi HKTI Tamara Bumi Indonesia merupakan koperasi primer nasional yang lahir dari semangat kebersamaan para petani sejak tahun 2017. Sejak awal berdirinya, koperasi ini memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemandirian petani, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan berkelanjutan di tingkat desa.
Komitmen tersebut sejalan dengan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang menjadi salah satu fokus penguatan ekonomi berbasis komunitas di Indonesia. Dalam pertemuan ini, kedua pihak melihat adanya peluang kolaborasi yang sangat konkret dan strategis, khususnya dalam penguatan sektor pertanian berbasis koperasi.
Ruang kerja sama yang dibahas meliputi berbagai aspek penting, mulai dari distribusi pupuk dan benih, hingga penguatan rantai pasok pertanian yang terintegrasi. Melalui pendekatan koperasi, diharapkan seluruh proses dari hulu hingga hilir dapat dikelola secara lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi para anggota, khususnya petani.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengembangan unit-unit usaha yang telah berjalan. Salah satu contoh yang menjadi sorotan adalah potensi ekspor arang kelapa. Ke depan, diharapkan produk tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat ditingkatkan menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi seperti briket arang. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan daya saing di pasar global sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggota koperasi.
Kunjungan kerja ini menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan antara Koperasi HKTI dengan Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Diharapkan, sinergi yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong kemajuan koperasi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis desa.