Tentang Koperasi Produsen HKTI
Bersama petani, membangun ekonomi rakyat menuju kesejahteraan dan kemandirian bangsa.
Tentang Kami
Koperasi Produsen HKTI lahir pada tahun 2017 melalui Rapat Pembentukan di kantor DPN HKTI Jakarta sebagai wadah pemberdayaan petani dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Pada tahun 2020, koperasi ini melakukan restrukturisasi kepengurusan untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan, kemudian pada tahun 2023 bertransformasi dengan nama baru yang lebih visioner, yaitu Koperasi HKTI Tamara Bumi Indonesia. Dengan kehadiran perwakilan di 28 provinsi, koperasi ini tumbuh menjadi koperasi primer nasional yang berbasis pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, serta sektor non-pertanian, dengan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas jaringan kemitraan, dan berperan aktif dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Timeline Perjalanan
2017 – Pendirian
Rapat pembentukan di kantor DPN HKTI, diresmikan melalui Akta Pendirian oleh Notaris SURJADI, SH., M.Kn., MM.
2020 – Restrukturisasi
Rapat Anggota Luar Biasa memilih Mayjen TNI (Purn) Winston P. Simanjuntak, S.I.P., M.Si. sebagai Ketua dan Diresmikan oleh Notaris RITA SALIM, SH., M.Kn.
2023 – Transformasi Identitas
Perubahan nama menjadi Koperasi HKTI Tamara Bumi Indonesia. (Diresmikan dengan SK Menteri: AHU-0000284.AH.01.29.TAHUN 2023.)
Sekarang – Jangkauan Nasional
Perwakilan berdiri di 28 provinsi dengan ribuan anggota aktif. Berkembang menjadi koperasi primer nasional berbasis multi-sektor.
Visi
Menjadikan Koperasi Produsen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sebagai pelaku ekonomi terpercaya.
Misi
- Mengembangkan sistem usaha pertanian terpadu yang mencakup penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran hasil.
- Meningkatkan nilai tambah produk pertanian melalui inovasi pengolahan dan pengemasan yang berkualitas.
- Mendorong kemitraan strategis dengan pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya guna memperluas jaringan usaha. Untuk memperkuat akses anggota terhadap permodalan, teknologi, dan informasi pasar baik dalam maupun luar negeri.
- Mendorong praktik pertanian** yang ramah lingkungan dan berkelanjutan yang memenuhi standar global.
- Membuka dan memperluas akses pasar ekspor untuk meningkatkan nilai jual produk anggota dan memfasilitaskan kegiatan impor sarana produksi pertanian yang berkualitas dan terjangkau bagi anggota.
- Meningkatkan kapasitas SDM anggota dalam manajemen usaha, standar mutu, dan perdagangan internasional.
- Menerapkan sistem manajemen koperasi yang profesional, transparan, dan berbasis digital.